PersonalWeb DevStory

Dari Mahasiswa IT ke Web Developer: Perjalanan Saya Membangun FOSHT

March 7, 20264 min read7 viewsby Febri Osht

Saya Febriansyah — atau lebih dikenal dengan nama digital Febri Osht (FOSHT). Ini adalah cerita jujur tentang bagaimana saya memulai dari nol, belajar sendiri, dan akhirnya membangun sistem digital saya sendiri dari kamar di Lampung.

Awal Mula — Kenapa Memilih IT?

Ketika masuk kuliah Teknik Informatika di IIB Darmajaya tahun 2021, saya sebenarnya belum terlalu paham mau jadi apa. Yang saya tahu hanya satu: saya suka komputer dan ingin tahu cara kerjanya dari dalam.

Semester pertama terasa berat. Algoritma, logika pemrograman, matematika diskrit — semuanya asing. Tapi justru di situlah sesuatu mulai berubah. Ketika pertama kali berhasil membuat program kecil yang berjalan sesuai keinginan, ada kepuasan yang susah dijelaskan.

Bukan soal pintarnya. Tapi soal mau terus mencoba sampai berhasil.

Berkenalan dengan Web Development

Perkenalan serius saya dengan web development dimulai dari HTML dan CSS sederhana. Saya ingat betul pertama kali membuat halaman web dengan background warna dan teks yang bisa diklik — rasanya seperti sihir.

Dari sana saya mulai menggali lebih dalam. JavaScript, lalu React, lalu Next.js. Setiap teknologi baru membuka pintu ke kemungkinan yang lebih besar. Yang paling mengubah cara pandang saya adalah ketika mulai belajar tentang ekosistem — bahwa website bukan hanya tampilan, tapi sistem yang terhubung satu sama lain.

Proyek-Proyek yang Membentuk Saya

Belajar dari tutorial hanya membawa sejauh ini. Yang benar-benar mengajarkan saya adalah mengerjakan proyek nyata — dengan klien nyata, deadline nyata, dan masalah nyata.

Beberapa proyek yang paling berkesan:

  • Swakarsa Digital — Website company profile pertama saya untuk klien. Banyak revisi, banyak belajar tentang komunikasi dengan klien.

  • Jenggala Coffee & Brew — Di sini saya mulai serius dengan UI/UX dan branding digital.

  • PT. Gatha Gemilang Global — Proyek korporat pertama, belajar tentang standar profesional yang lebih tinggi.

Setiap proyek mengajarkan sesuatu yang berbeda. Bukan hanya soal kode, tapi soal bagaimana memahami kebutuhan orang lain dan menerjemahkannya menjadi solusi digital.

Membangun Ekosistem Sendiri

Di titik tertentu, saya mulai berpikir: kenapa tidak membangun sesuatu untuk diri sendiri? Bukan hanya mengerjakan proyek orang lain, tapi menciptakan ekosistem digital yang punya identitas sendiri.

Itulah lahirnya beberapa proyek yang sekarang saya kelola:

  • FOSHT — Portal utama sebagai identitas digital saya. Nama ini bukan sekadar username, tapi representasi dari cara saya memandang teknologi: Function Override System for Human Technology.

  • Oshtore — Platform layanan web development saya. Tempat klien bisa melihat portofolio dan menghubungi saya secara profesional.

  • Crypto Directory Indonesia — Proyek yang paling ambisius. Direktori ekosistem blockchain untuk Indonesia, dengan fitur chat global dan jurnal trading terintegrasi.

AI Masuk ke Dalam Workflow

Salah satu perubahan terbesar dalam cara kerja saya adalah mengintegrasikan AI ke dalam workflow sehari-hari. Bukan untuk menggantikan kemampuan coding, tapi untuk mempercepat dan memperluas apa yang bisa saya kerjakan sendirian.

Saya belajar AI prompt engineering — seni berkomunikasi dengan model AI untuk menghasilkan output yang presisi dan berkualitas. Ini bukan skill yang diajarkan di kampus, tapi skill yang saya yakini akan semakin penting ke depannya.

AI bukan ancaman bagi developer. AI adalah alat — dan seperti semua alat, hasilnya tergantung siapa yang memegangnya.

Lulus dengan IPK 3.71

Tahun 2025, saya lulus dari IIB Darmajaya dengan gelar S.Kom dan IPK 3.71. Tapi jujur, yang lebih saya banggakan bukan angkanya — melainkan portofolio proyek nyata yang berhasil dibangun selama masa kuliah.

Gelar adalah validasi formal. Tapi kemampuan nyata dibuktikan oleh pekerjaan yang bisa dilihat, digunakan, dan memberikan nilai bagi orang lain.

Sekarang dan ke Depan

Saat ini saya berbasis di Lampung, Indonesia, mengerjakan proyek web development dan AI untuk klien lokal maupun remote. Setiap proyek baru adalah kesempatan untuk belajar sesuatu yang belum pernah saya hadapi sebelumnya.

Yang selalu saya pegang: konsistensi mengalahkan bakat. Tidak perlu jenius. Cukup terus belajar, terus membangun, dan jangan berhenti ketika menemukan masalah yang sulit — karena justru di situlah pertumbuhan terjadi.

Kalau kamu sedang dalam perjalanan yang sama — baru mulai belajar coding, atau sedang membangun sesuatu sendirian — saya ingin bilang: teruskan. Perjalanannya tidak selalu lurus, tapi setiap langkah membawa kamu lebih dekat ke tujuan.


Ingin berdiskusi atau berkolaborasi? Hubungi saya melalui Email atau Sosial Media di halaman utama.

Stay Updated

Get notified when new articles are published.

No spam. Unsubscribe anytime.

COMMENTS